Rahasia Kecepatan Sang Legenda Ratu Sprint

Olahraga merupakan aktivitas fisik yang terencana dan terstruktur, yang melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang serta ditujukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani bagi masyarakat. Pada hari Rabu, 8 Mei 2024, Program Studi Sarjana Terapan Kepelatihan Olahraga (VKO) Universitas Negeri Surabaya mengadakan kuliah tamu yang menghadirkan Ibu Lourina Henriette Maspaitella, yang sering disapa dengan sebutan Ibu Henny Maspaitella. Beliau merupakan legenda ratu sprint di era 80-an. Beliau lahir di Surabaya, tinggal di lingkungan Sekolah Tinggi Olahraga (STO), dan berasal dari keluarga atlet terkenal. Ayahnya, Leonard Jonas Maspaitella, adalah atlet nasional cabang lompat jangkit dan ibunya, Paulina Sarah Lessil adalah atlet voli nasional. Hal tersebut membuat beliau tertarik untuk berkecimpung dalam dunia olahraga.
Pada usia 15 tahun, Ibu Henny meraih emas dalam SEA Games 1979 di Jakarta, yang menandai awal dari karirnya di dunia atletik. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah menjadi bagian dari tim estafet 4 x 400 meter yang memecahkan rekor nasional dengan catatan waktu 3:42.25 detik dalam kejuaraan Asia di Jakarta pada tahun 1985. Rekor ini masih bertahan hingga kini.
Saat ini, beliau berprofesi sebagai pelatih sprint atletik nasional. Tanggung jawabnya melampaui sekadar instruktur olahraga. “Mirip dengan peran orang tua dan teman, seorang pelatih bertanggung jawab tidak hanya untuk memastikan kemampuan fisik optimal para atletnya, tetapi juga untuk mendorong mereka menguasai bahasa Inggris agar dapat berkomunikasi dalam lingkungan internasional,” tuturnya.
Pada kuliah tamu, Coach Henny memberikan beberapa rahasia melatih kecepatan untuk semua cabang olahraga. Running ABC merupakan teknik dasar untuk berlari dengan efektivitas dan efisiensi gerakan. Bentuk gerakan running ABC drill di antaranya ada Ankling, Knee-Up, Skip A, Skip B, Skip C, Hoping, Striding, serta Bounding. Semakin sempurna gerakannya, maka semakin efektif dan efisien pula gerakannya.
Dengan menerapkan prinsip beban berlebih, dapat memberikan dampak baik terhadap VO2 Max atlet saat pertandingan nanti. Sebagai seorang atlet, sebaiknya menguasai seluruh teknik yang telah diberikan, melakukan gerakan secara berulang-ulang, serta meminta bantuan orang lain untuk mengoreksi gerakan diri sendiri.
Seiring dengan berakhirnya karir atlet, pelatih juga harus memahami ambisi dan tujuan karir masing-masing atletnya, termasuk keinginan mereka untuk masuk ke jenjang pendidikan berikutnya atau meraih kesuksesan tertinggi lainnya. Dengan bimbingan yang tepat, harapannya para atlet dapat sukses tidak hanya di bidang olahraga, tetapi juga dalam kehidupan setelahnya.
Saksikan keseruan kuliah tamu VKO UNESA bersama Coach Henny Maspaitella di tautan berikut! Keseruan Kuliah Tamu bersama Coach Henny Maspaitella
Penulis : Sabitha Early Rasendriya
Editor : Tri Setyo Utami, S.Pd., M.Kes.
Illustrator : Anya Maritza Asas, Sol Fadhil Rafi, Hadiatulloh Aisyah Nur Aini